Sunday, August 7, 2011

Let's Talk About Love: HaHa

Engga, gue lagi ga ketawa. HaHa itu nama orang. Emang aneh, maklum, namanya juga orang Korea. Dan well, gue mencintai dia sepenuh jiwa.

Oom-Oom ini beda 12 tahun ama gue, yang artinya kita sharing satu shio yang sama. Lahirnya tanggal 20 Agustus tahun 1979 dengan nama lengkap Ha Dong-hoon (HaHa cuma nama panggungnya). Dia ini debutnya sebagai penyanyi di Jikkiri dan sampai sekarang juga masih suka ngeluarin beberapa single unyu. Tapi doi juga main di beberapa film yang ga kalah unyu. Dan tentu aja variety show, karena dari bidang itu juga namanya tetap bersinar. Jah, gue males nyebutin tentang dia satu-satu. Toh, lo bisa cari di perut Mbah Buyut Gugel atau Kakek Wikipedia.

Di mata gue, si pemilik bibir elastis lain selain Jun Matsumoto ini sebenernya biasa aja. Apalagi waktu pertama lihat (di variety show Korea, X-Man), pertama tahu (di HaHa-Mong Show), dan pertama kenal (di Running Man). Tapi gue jatuh cinta juga sama beliau ini, hanya gara-gara salah satu jenis DDT (iya, itu salah satu gerakan pro-wrestling) yang dia praktekin di WM7 (Wrestling Muhan 7)-nya Infinity Challenge untuk ngebanting Noh Hong-chul.

Itu pertama kalinya mata gue berbinar kayak kemasukan bintang (cailah).

Sejak itu gue rajin download dan minta downloadan Infinity Challenge, karena di mata gue HaHa adalah sosok lelaki yang... bener-bener ngena ama kriteria gue. Unyu, kocak, jago akting, kewl, pokoknya wanjeon namja ya (bener-bener cowok)! Gue suka tatapan matanya kalo lagi serius, bahkan kalo lagi kesakitan (soalnya matanya jadi dalem. Maaf HaHa Oppa. I can feel your pain tho). Dulu sih gue biasa aja dan cuma mencap beliau ini sebagai orang yang kocak-kocak bego dan bertampang pas-pasan (silakan tabok, gue rela). Tapi seriusan setelah lihat dia DDT-in Noh Hong-chul....

*mimisan*

Nanti kalo sempet gue bikinin .gif-nya deh. Barusan gue tutup lupa save dan keinginan gue bikin .gif langsung ilang ==a #keki #dihajar

Pokoknya sih, sekarang entah kenapa gue beneran jatuh kepada si Oom-oom ini. Karena biarpun Oom-oom, doi tetep maha dahsyat di mata gue. Iya, sebut saja mata gue udah salah atau apalah. Whatever. Gue tetep menyukainya sebagai Ha Dong-hoon. Dan mungkin itu juga alasan gue lebih suka liat dia di IC ketimbang Running Man wahaha. I'm a bad Runners (Running Man Lovers) but whatever :P

Akhir kata, HaHa Oppaneun NAEKKOYA! KKO JYO! #plakk

Tuesday, July 26, 2011

Kepada Yang Terhormat Tuhan di Tempat

Selamat pagi, Ya Tuhan.

Pagi ini saat aku terbangun di dalam kotak berdebu dan banyak nyamuk bar-barnya, aku kesulitan menghirup udaramu dan bernafas dengan lancar. Bahkan sampai sekarang tubuhku masih gemetar oleh sulitnya oksigen mengisi paru-paruku. Mama bilang tubuhku cukup panas, dan aku pribadi menganggap suaraku saat ini jelek sekali. Aku jadi tidak bisa meniru Park Bom. Oke, yang itu tidak penting.

Tuhan yang Maha-Tahu,

pasti tahu deh, tadi aku terpaksa mencolokkan nebulizer dan menggunakannya dalam diam di kamar Mama. Mencoba mengumpulkan kembali kekuatan untuk bernafas seperti biasa. Dan Tuhan juga pasti tahu kan, bahwa aku melakukan kesalahan yang selalu kuperbuat saat sedang sesak nafas? Ya, aku jadi hobi membentak. Bahkan Mama pasti marah padaku. Tapi tidak kuasa menahan iba yang dapat kutangkap dari matanya saat memandangku menghirup masuk uap salbutamol dari nebulizer ke dalam paru-paru. Mungkin merasa bersalah melahirkanku dengan bawaan asma.

Tuhan, aku jadi sedih.

Aku tahu pasti ini bukan salah Mama, murni adalah kehendak-Mu. Dan aku tahu hanya Kau yang bisa menyembuhkanku, ataupun kalau kepingin sedikit menyentilku lagi, membuatku semakin terpuruk dalam sulitnya menghirup udara. Aku mohon, Tuhan. Kesembuhanku, selain untuk diriku sendiri tentu saja, adalah untuk orang di sekitarku yang mencintaiku. Yang tidak kuasa melihatku mengais-ngais oksigen dengan sekuat tenagaku. Demi mereka yang sungguh tak ingin kusakiti lagi hatinya.

Tuhan, masih dengar aku kan?

Tentu saja, Tuhan kan Maha-Mendengar. Err, tapi ini kan tulisan ya. Dan aku tidak pernah dengar tentang sifat Maha-Membaca. Ada tidak Tuhan? Kalau tidak ada, anggap Maha-Melihat saja deh, tulisanku yang aneh dan tidak formal ini. Aku tahu Tuhan sibuk sih. Tapi sesekali melihat gadis berjilbab hitam ini meminta tidak ada salahnya kan. Aku juga jarang meminta macam-macam. Paling ditambahkan rejeki Papa dan Mama biar aku kecipratan dan bisa beli beberapa pasang sepatu lagi. Oke, lupakan.

Tuhan, terakhir nih.

Papa sedang di jalan, menuju Muara Rupit karena Nek Cik meninggal semalam. Doa kecilku yang terakhir biar Papa selamat di perjalanan dan amal ibadah Nek Cik selama di dunia tolong diterima di sisi-Mu. Bilang padanya, reserved me one of Your seat there. Eaaaa, aku belum terfikir akan mati muda kok Tuhan. Aku kan optimis.

Eh, sebentar. Satu lagi, Tuhan.

Semoga Mama segera beranjak dari kasur, berhenti malas-malasan dan bergerak ke apotik terdekat untuk membelikanku obat batuk antitusif. Dadaku sesak lagi nih, Tuhan. Terima kasih lho ya, sudah mau mendengarkan. Selamat pagi Tuhan, selamat menikmati pekerjaan-Mu hari ini.

Tertanda, hamba kecil yang menghilang di balik kotak,

Dee.

Monday, July 25, 2011

Gue, Malaysia, Singapore, dan Mimpi

Ada korelasinya kayaknya.

Soalnya setelah gue bersama-sama anak seangkatan #PWKUGM09 berangkat KKP ke Malaysia-Singapur dari tanggal 10 sampe 15 kemaren, gue mulai menanamkan mimpi-mimpi dan berusaha keluar lebih jauh lagi dari kungkungan kotak yang mengikat gue. Well, kotak-kotak yang selalu gue sangkut-pautkan sama Palembang, sama kota yang gue cinta sekaligus benci setengah mati ini.


Palembang kotaku, Palembang persadaku
Ibukota Sumatera Selatan

...right.

Tapi setiap gue kembali ke Palembang, gue akan dimasukkan ke dalam kotak lagi. Seperti saat ini.

Oke, nanti dulu cerita-cerita tentang betapa 'keep inside the box'-nya orang Palembang. Gue harus akui overall gue menyukai berada di Malaysia dan Singapur bersama seantero anak-anak angkatan 2009-nya PWK UGM. Gue bisa kenal lebih dekat lagi semua orang yang bahkan namanya kadang gue lupa (gue pernah panggil Aya dengan nama Resti di halte TeJo. Sorry Aya *sungkem*). Bisa nampang di berbagai kamera orang (wahaha) dan menikmati pelor di bus. Kayaknya kalo dihitung, gue sehari tidur mencapai delapan jam walau waktu istirahat dimulai jam sepuluh (sebelas di sana) dan musti bangun jam empat (lima di sana--tapi tetep gelepnya kayak masih tengah malem. Wewe masih keliaran tuh).

Karena tujuan utama KKP (Kuliah Kerja Perencanaan) adalah jelas, membangun kami-kami, para perencana masa depan, menjadi perencana yang matang materi dan mampu menyerap yang terbaik, jadi diantarlah kami ke berbagai macam tempat yang memang menunjang Urban and Regional Planning, baik di Malaysia dan terutama Singapore. Dan jujur gue menikmati, bahkan kuliah dalam Melayu English terdengar cukup menyenangkan di kuping. Padahal kuliah pake Bahasa Indonesia aja gue lebih sering ga masuknya *ketawa*.

Selain materi, hubungan sosial antara keluarga kecil PWK '09 juga jadi lebih... katakanlah, baik. Gue jadi tau ada yang lebih timid dari gue, yang lebih tebal muka, atau yang lebih 'aneh' dan loner. Wow. Gue kira ignorant di PWK '09 cuma gue. Meski tetep, yang paling bego dan parah ignorant-nya masih gue. Gue kadang gemes for knowing how timid a human can be, yang bahkan mau foto-foto di Merlion aja ga berani (Nisa, I'm talking about you). Atau yang udah sampe di Bugis tapi cuma beli kaos sepuluh dolar tiga biji (still talking about you).

Well, sesuatu yang lebih berharga dari materi apapun di dunia.

Dan berbagai perbincangan yang mendorong gue untuk kembali menemukan mimpi lalu menghargainya dengan berusaha meraih. Yea, sayangnya mimpi itu bukan untuk menjadi planner. Sighs.

Ya sudahlah ya. Saat ini gue mungkin dikungkung dalam kotak kaca rapuh namun mampu melukai kalau gue paksa pecahkan (cailah). Tapi gue yakin, setiap kotak pasti punya pintu yang digunakan untuk memasukkan dan mengurung gue ke dalamnya. Jadi yang perlu gue lakukan hanya mencari pintu itu dan berusaha membukanya, no matter how hard it is. Namanya juga usaha toh? Apalagi karena untuk meraih mimpi gue itu, gue musti keluar dulu dari kungkungan ini, mencari kepercayaan diri dan kepercayaan dari orang lain, serta menemukan hal yang gue lewatkan terus-terusan: kesempatan.

Well, di masa depan, sering-sering pantengin National Geographic Wild atau Animal Planet aja deh ya. Siapa tau ga sengaja ngeliat cewe pake jilbab item dengan pipi yang mulai tirus karena susah nemuin KFC di sekitaran Sungai Nil lagi megangin tubuh Black Mamba. Doain aja tuh cewe ga digigit, karena kalian bakalan susah ngeliat Adhisty Hafizanugra lagi nantinya. Wahahaha.

Amin.

Love, Kacangwati.

Friday, July 8, 2011

Sempetin Nulis :P

Karena ceritanya ini detik-detik terakhir (cailah) Kacang ketemuan sama laptopnya yang buruk rupa dan huruf g-nya musti bolak-balik di-lem. Ga akan bisa nonton K-Ent di benda keramat ini sampai di atas tanggal 18 dan... OHFAK ITU MASIH LAMA!

Ceritanya kan mau KKP nih ya. Jadilah karena OSnya ini laptop ga ori (T____T) terpaksa ini laptop ga boleh dibawa ke Malaysia-Singapur kecuali gue siap di-fine 500 SGD. Wih, enakan gue beli henpon baru ==a Jadilah nyokap bilang itu laptop kirim aja ke Palembang. Sedih sih, artinya pas ntar sampe di Jakarta gue juga ga bisa ngobatin kerinduan (astaga lebay detected) gue sama si benda keramat dan 'harta' karun gue di dalamnya. Makanya sekarang gue sibuk mindahin semua donlotan yang belum ditonton ke HD. Siapa tahu ada yang laptopnya OS ori dan dibawa berkelana ke KKP. Bisa numpang nyolok #plakk.

Dan satu lagi. Ini iPod gue gimana kabarnya kalo di sana ga bisa bawa laptop? Masa iya gue ga bawa iPod? Ga bawa laptop aja udah bikin kepala gue cekat-cekit. Lah ga bawa iPod yang bahkan ke kamar mandi aja kadang gue bawa, masa gue tinggalin shodaqollahulazim di dalem koper dan dikirim ke Palembang? Bisa bengek gue ga dengerin musik atau ga liat video =A=

Yah, sudah sih ya. Demi bisa ikut KKP dengan lancar, apa lagi yang bisa gue lakukan selain berserah pada Tuhan? #cailah

Sudah deh. Yang penting gue sempet nulis bentar pake ini laptop. Jangan kaget aja kalo typonya banyak. Huruf g ini membunuhku #eaaaa. Yuk, adios.

Wednesday, July 6, 2011

Patah Hati :))

Karena Kacang patah hati, sini Kacang kenalin sama lagu patah hatinya Kacang :)) It's Quasimodo by SHINee. Tapi karena kalian pasti ga ngerti ini lagu ngomongin apaan kalo ditulis dalam bahasa Korea apalagi hangeul, ini cuma English Translation-nya aja. Enjoy.

QUASIMODO
SHINee


Your traces that my heart is filled with
Makes me able to breathe
When the long night is colored by the moonlight
Will the inescapable wait all end?
I wish for a miracle and ask and answer myself

Oh, I can’t tell you about me, who wants to reach your heart
Like the starlight hidden behind the cold clouds
I love you, in the end, this painful confession
That lingers at the edge of my lips
Slides down in tears

This arrow that’s reached my heart
Feels like a part of my body now
Even though it hurts to death
I can’t remove you, who’s stuck in my heart
Because it’s love, because for me, it’s love

Even if I can’t have you, even when my heart
Is blocked in the end by the wall of sad connection
I love you, if it’s a place, where I can just watch you
Because you’re my everything

I stay up for so many nights
When the starlight becomes rain
That doesn’t stop like my tears
Remember that I loved you

Even if I can’t have you, even when my heart
Is blocked in the end by the wall of sad connection, I love you
If it’s a place, where I can just watch you
Because you’re my everything

Even if I can’t have you, even when my heart (I need you)
Is blocked in the end by the wall of sad connection,
(I am trying not to cry over you, baby)
I love you, if it’s a place, where I can just watch you
(I love you, I love you)
Because you’re my everything

It’s not tough, oh no
Because you have to be mine
In order for you to be you
Even if it hurts
Even if you make me cry
I love you

____________

Now let me say something :)) Buat Kakak, yang selama ini selalu disebut sebagai 'searchingan', waktu SMA dipanggil d'boy sampe ditulis segala di Alkena, yang sudah lima tahun ini masuk mimpi, melangkah satu-satu lebih dalam lagi ke dalam hati, dan sekarang forcing keluar dengan meninggalkan lubang yang gede. Maaf ya. Aku beneran lima tahun ini suka sama Kakak. Serius deh. Aku kira aku udah siap buat patah hati. Nyatanya denger lagu ini nangis juga hahaha :)) Maaf ya, maaf. Selama ini aku nanam harapan yang ga pasti, atau malah sudah pasti bakal ditolak.

But again, appa do (even if it hurts), ullyo do (even if I cry), Saranghae (I love you) :)

Good bye :))