Monday, March 9, 2009

Between Me, Mum, and Asma

Hai guys. Back with me in black in news, Kacang. Semoga saat lo baca ini lo ga muntah darah karena bosen liat entry gue. Ah, well. Gue ada di sini juga karena gue bosen guling-guling kanan kiri kek gangsing di atas kasur. Jadi lo pada ga boleh bosen *grin* *ditabok bolak-balik*. Hah? Lo mau tau kenapa gue guling-guling doang? Well, demi melayani para pens gue *diinjek berjamaah*, gue akan ngaku. *berdehem* Tes, tes. Satu dua tiga. Tes biji kates *ditabok*. Uh, sebenernya *tampang serius* gue... *telen ludah*

Asmanya kumat...

*petir menggelegar, ikan menggelepar, semua terkapar*

Well, terima kasih atas apresiasinya guys.

Kerennya, nyokap gue baru ngeh kalo anaknya yang paling caem sedunia akhirat ini nafasnya megap-megap kek ikan habis maraton di daratan *lebayituindah.com* siang tadi sepulangnya dari somewhere only she knows *halah* dan sesaat sebelum gue dipaksa les nyetir. Wow Mum. Engkau adalah ibu paling bertaaaangguuuung jawab di dunia. Ha, ha, ha *ketawa hampa*. Padahal dari Sabtu nafas gue putus-nyambung dan sampe sekarang gue gemeter karena meriang. Mencet tombol hape aja, aduuh. Susah pisan. Serasa mencet tombol hape buatan tangan liliput. Dan dengan berbekal seorang kakak yang berprofesi sebagai dokter (yang dipastikan bukan dokter hewan atau dokter jiwa oleh Adhisty Cikeureun), nyokap nelpon dan meminta seseorang mengirim obat sesak nafas buat gue. Wow, wow, wow, Mum. Engkau memang ibu paling hemaaaaat di dunia. Ha, ha, ha *ketawa hampa lagi*.

Betapa gue tersiksa dengan rasa sakit yang (gue quote dari postingan gue kemaren) membuat gue merasa paru-paru gue ditenggelamkan di lumpur hisap sampe hampir setengahnya. Dan hebatnya, nyokap masih bisa nyalahin gue dengan bilang, 'salah sendiri kenapa ga keluar kamar dari tadi'. Hellow? Apa gue gak salah denger? Keluar kamar? Ke WC dalem kamar aja gue ngesot *again, lebayituindah*. Pake nyuruh gue mandi dan bilang gue bau. Muuuum, ane pan lagi meriang. Keringet dingin. Sakit. Lemah. Mbok yo mengerti tho kalo gue ga tahan mandi pake aer. Mungkin seharusnya gue disiapin seember debu buat mandi (eh, tapi paling gue mati duluan karena debunya bikin gue makin sesak nafas). Ya, sekalian gue taharoh dan sholat beralas daun pisang. Lalu gue pasang plang di depan pintu dengan tulisan, "Sedang Mendalami Kesederhanaan Islam. Do not disturb or die".

Padahal, my Gosh. Gue udah harus persiapan terbang ke Jogja sebelum Minggu, 15 Maret 2009. Karena, seperti yang gue tulis kemaren, gue harus tes tahap 2 UGM alias wawancara langsung di UGMnya. Nah, kalo keadaan gue begini, gimana caranya gue berargumen dengan penguji coba? Misalkan saja begini.

Gue (G): Pak Penguji yang terpuji, hhh *suara napas gue yang nyaris putus*, apakah ada, hhh, pertanyaan lagi? Hhh...

Penguji (P): *speechless* Uhh, err, gini. Sudahkan Anda minum Yapiiipkult hari ini?

G: Pak, *De Rahma mode max* hhh, serius dong, hhh, ngasih perta, hhh, nyaannya, hhh. Saya, hhh, udah jauh-jauh, hhh, datang dari, hhh, jauh, hhh.

P: Ee, iya. Gini. Apa gak sebaiknya kamu ke UKM (Unit Kesehatan Mahasiswa. Anggap aja setara UKS. I have no idea guys) saja?

G: Pak! Hhh, Pak, apakah, hhh, Bapak tega, hhh, melihat saya yang, hhh, berusaha... Hik! Hik! *bengek vol. Maximum* *pingsan*

P: *panik* Lho, Nak? Nak? Help! Somebody, heeelp! <-gaul juga ni, pengawasnya.

Dan esoknya, gue akan mendapati nama gue gak tercantum di antara nama-nama orang yang lulus UGM. Lalu jantung gue berhenti berdetak. Ruh gue keluar dari mulut, kabur di balik awan. Raga gue membatu dan sedetik kemudian retak. Akhirnya angin menerbangkan tubuh gue yang mendebu, rapuh seperti sayap kupu-kupu *remember, lebayituindah >:)*. Gue dinyatakan ga lulus dengan alasan super duper sederhana: Anda belum minum Yapiiipkult hari ini Universitas Gadjah Mada tidak menerima orang bengek *nangis nista*.

Oke. Stop dreaming.

Sekarang gue gak mau nyalahin nyokap lagi. Secara dia udah baik mintain obat ke kakaknya (yang kalo mau dan mampu, gue lakuin sendiri juga bisa), beliin gue sate (dan beli fanta blueberry+pepsi blue yang sukses bikin gue ketiban pahala karena udah sabar), sampe membekali gue dengan obat batuk untuk di kamar (karena di rumah yang batuk tinggal gue seorang). But well, intinya, gue masih mau bilang,

Thanks, Mum.

Happy mother's day *hlo?*.

And guys, tetap doain kesembuhan gue agar gue bisa ikut tes di Jogja dengan lancar dan aman. Amin.

Pipis, loph, and cabul.

Nb: Gue pengen nonton Kambing Jantan the movie *pundung*

No comments: