Thursday, March 26, 2009

Penzhaliman Happy Tree Friends: Kejam?

Yo Mameeeen! Back with me, Kacang. Alhamdulillah, gue balik kali ini dengan laporan yang sempurna kesenangannya buat gue. Well, gue lulus UGM dan beban di salah satu pundak gue sudah terangkat dengan tanpa sisa. Satu-satunya beban yang gue punya sekarang cuma UN. Apakah gue bisa lulus dengan nilai yang bikin yokap bangga? Ataukah gue bakal lulus dengan nilai empet-empetan sama standar kelulusannya (NAUDZUBILLAHIMINZALIK!)? Oke, doakan gue berhasil mencapai yang pertama.

Atas keberhasilan gue itu, gue mengajak Rahma dan Ega jalan dan mentraktir mereka walau gak seberapa banyak. Dan inilah report gue atas perjalanan gue kemaren bersama dua anak tuyul ini. And here we go.

Acara pertama, nonton. Kita nonton Dragon Ball. Dan oh my Gosh! Betapa gantengnya pemeran Goku itu. Gue berapa kali jejeritan ngeliatnya. Tapi ada yang bikin gue (dan Ega) kecewa berat. Yamchanya subhanallah jeleknya *nangis guling-guling*. Kesel banget gue. Padahal Yamcha pan ganteng banget gitu. Hek. Dan Chi-Chinya, aduh, seksi banget. Menurut Ega, tetian (gue ngakak gitu ngedenger istilah ini). Lumayan ah, nambah kosakata.

Pas mau keluar, kita nyempetin foto. Cumanya, gak dibolehin ama masnya. Yaaaah, kena marah. Padahal posisi Ega yang ngedudukin Rahma pewe abis. Sayang gak bisa diabadikan *ditimpuk karena lelet banget ngambil kameranya*.

Selanjutnya, kita keluar untuk makan. Well, disinilah petualangan berfoto kita dimulai.


Happy tree friends (tanpa bunuh-bunuhan tapinya)

Dan merekalah persembahannya penzhalim lainnya

Ngintip dikit aaaa~h...

Makanan yang terzhalimi

Whadda ya think? Caem-caem beneur pan? *narsis.co.nr*

Ah, penzhaliman luar biasa. Tapi seru juga. Lumayan.

Cipok aja Dhis. Cipok. Huahahaha!

Selanjutnya, kita keluar dari Solaria, tempat kita makan, dan melangkah menuju Timezone untuk penzhaliman perjalanan berikutnya. Sampe disana setelah mengisi kartu, kita langsung menuju Van Gogh's Studio buat foto-foto. Hasil lukisan pertama buat gue. Hasilnya, lumayan. Foto berkheng ria. Huahahaha.

Nah, penzhaliman balik dimulai setelahnya.

TIGA KALI MATI LAMPU! PIM sialan. Tiga kali PIM mati lampu tepat setelah kita selesai motret dan tinggal lukis! Wadefak? Sialan. PIM sialan. Untung aja mas-masnya gak gue tuntut ganti rugi bonus sekali foto. Rugi, rugi dah lu Mas. Pret cuih.

Penzhaliman satu: menaiki mainan balita. Helga, kau pintar Nak.

Penzhaliman dua: Mainin DDR dengan biadab. We are the greatest Ma! *toss Rahma*


Bukti penzhaliman balik dari PIM: dua penzhalim pundung dengan latar mati lampu (thanks to blitz kamera)

Inilah lukisan Mas Gogh setelah mati lampu untuk ketiga kalinya. *tepok tangan gak ikhlas*

Dan gue pun pulang kemaleman. Bagus. Kena marah nyokap. Tapi bodo amat. Yang penting udah dapet experience baru. Nyihihi.

Oke, itu aja perjalanan gue. Dan kesimpulannya: menyenangkan :D

No comments: